“Seperti disebutkan Max Lane, prakterk politik demokrasi
elitis yang sepenuhnya dikuasai oleh elite lama itu telah membuat rakyat
kebanyakan mengalami alienasi. Kenyataan ini bisa dilihat secara kasat mata.
Masyarakat luas makin menyadari bahwa pemilu hanya menjadi ajang para politisi
korup untuk mendulang suara. Selama tiga periode elektoral ( 1999-2004,
2004-2009, 2009-2014), mereka
menyaksikan praktik demokrasi semakin elitis, semakin jauh dari kepentingan
rakyat. Dengan presepsi yang meluas ini, pemilu – bahkan demokrasi – dianggap
tidak relevan dengan masalah kehidupan sehari-hari mereka.”
Kutipan artikel tersebut saya salin
dari teks
yang saya dapatkan sebagai bonus dengan mengunduh gratis “Kompilasi Memobilisasi Kemuakan” yang telah beredar luas di dunia
maya sekitar pukul 8 pagi, pada hari Selasa tanggal 8 April 2014. Kompilasi ini telah disiapkan oleh Grimloc
Records, salah satu label rekaman independen yang berbasis di kota Bandung,
untuk menyambut dimulainya ‘pesta demokrasi’ yang akan segera dirayakan oleh
Negara Republik Indonesia. Pesta demokrasi dimana masing-masing
individu yang merupakan warga negara Indonesia berhak atas satu suara untuk
memilih wakil-wakil yang diharapkan nantinya bisa mewakili keinginan
masing-masing individu tersebut. Telah saya sebutkan dalam salinan kutipan
artikel pada bagian paling awal dari tulisan ini, bahwa individu-individu yang diharapkan akan
memiliki peran sentral dalam ‘pesta demokrasi’ nampak begitu muak dengan segala bentuk iming-iming
politisi demi mengejar suksesi dari ‘pesta demokrasi’. Demokrasi kotak suara
dianggap sudah malfungsi, janji politisi dipandang sebagai ilusi, rakyat lebih
memilih mandiri, menyongsong 'demokrasi'-nya sendiri-sendiri.
Di dalam kompilasi ini terdapat 12 band yang dengan sukarela berpartisipasi meluapkan amarah dan kemuakan
kolektif ini melalui "Kompilasi Memobilisasi
Kemuakan”. Seperti yang bisa kita lihat dari judul kompilasi ini, ya,
kompilasi ini menghendaki sebuah mobilisasi, ya, mobilisasi kemuakan dari tiap
entitas yang berpartisipasi dan mereka-mereka yang merasa satu bunyi. Nampak
terlihat bahwa label rekaman dari rilisan ini tidak mengkurasi dengan melihat ragam bunyi yang dimainkan oleh tiap proyek musik yang
berpartisipasi. Grimloc Records murni
melihat dari semangat dalam konten lagu-lagu yang mereka bawakan. Bisa
kita lihat sebagai contoh perbedaan dalam kobaran nada yang
dimainkan oleh Wreck, dengan DC Sound post-hardcore yang begitu lembut dengan Eyefeelsix yang membawa
unsur rap-rock dalam music hip-hop mereka yang kedengaran jauh lebih kasar. Bisa kita lihat bahwa kedua
band dengan ragam bunyi yang berbeda, memilki semangat dan suara yang sama di dalam kompilasi ini.
Berikut ini penggalan kalimat dari “We
Drift Like Dandelions” oleh Wreck
: You said : “Let’s join with us and
gimme your dignity, so I will pay your dreams!” / I said : “Eat a dick, I’ll
mock you. You’re truly an asshole bastard” dan berikut penggalan kalimat
dari “Manifes” oleh Eyefeelsix : Memilih untuk tidak memilih lebih baik berdalih dengarkan mereka
bertasbih dengan mulut berbuih. Meskipun begitu berbeda dalam presentasi
musiknya, dan ketika presentasi bertemu selera masing-masing pendengar dalam
suatu dimensi, kedua band diatas, serta band-band lain yang ada dalam kompilasi
ini, sama-sama menggambarkan kemuakan dengan sistem demokrasi kotak suara
melalui bunyi. Sehingga disini, saya nilai Grimloc
Records telah menjalankan fungsi kurasinya dengan ideal. Dalam suatu
kompilasi, bentuk mobilisasi kemuakan digital ini, dengan tema krusial dan
aktual, dapat sekaligus berperan sebagai penyatu selera para pecandu bunyi,
untuk menjelajahi banyak ragam bunyi dalam
suatu kompilasi yang menjadi media informasi tentang bobroknya pelaksanaan
demokrasi di suatu negeri. Oh iya, bonus lain dari kompilasi ini adalah bagi
kalian yang rindu dengan suara lantang Morgue
Vanguard (Ucok Homicide), beliau
akan mengobati kerinduan anda-anda sekalian melalui proyek terbarunya yang
bernama Bars of Death.
Cara yang dipilih dengan menggratis unduhkan kompilasi ini, dalam suatu aksi
yang menghendaki suatu mobilisasi adalah pilihan yang tepat dengan melihat
bagaimana internet telah menjadi hal yang cukup sentral dalam kehidupan
manusia, dalam hal ini bagi para pecandu bunyi. Namun alangkah lebih baiknya ketika
mereka akan menerbitkan rilisan digital lewat dunia maya, agar terlebih dahulu
benar-benar memilih perangkat lunak yang paling stabil lalu lintas
pendistribusian berkas digitalnya di dunia maya. Karena, ketika Grimloc Records membagikan tautan unduh
tunggal kompilasi tersebut melalui website
resmi mereka, yang terjadi malah website resmi
mereka down karena lalu lintasnya
yang terlalu ramai. Untung saja banyak kawan-kawan di jejaring sosial yan
gsecara spontan menggunggah ulang berkas digital kompilasi tersebut ke
tautan-tautan unduh lain agar tetap dapat diakses oleh para pecandu bunyi. “Sekali lagi, kami tidak mengajak kalian
golput, namun lebih dari itu kami mengajak kawan2 mempertanyakan fondasi dari
demokrasi kotak suara”, kicau Grimloc
Records melalui akun twitter mereka. Saya cuma mau mencoba membuat sebuah epilog tanpa bicara soal
benar dan salah dalam resensi ini. Bahwa setiap sistem atau ideologi, masing-masing ideologi akan tetap menjadi penyaji mimpi atau ilusi. Bila
manusia-manusia yang beralienasi ini tak lekas mencoba distimulasi dengan suatu
wacana tentang mobilisasi. Dalam hal ini, pratik mobilisasi kemuakan yang
dikristalisasi oleh Grimloc Records dan
seluruh peserta kompilasi melalui “Kompilasi Memobilisasi Kemuakan” saya rasa
telah menjadi sebuah produk stimulan yang sakti, dan sangat disarankan untuk
segera dikonsumsi, bagi mereka yang telah beralienasi, karena ini bukan sekedar
caci, dan juga bukan sekedar bunyi, ini adalah buah kemuakan dari palsunya
suatu praktik demokrasi.
Tracklist :
1.Gugat
- Funeral
2.
Eyes Of War - Believe Your Choice
3.
Eyefeelsix - Manifes
4.
Godless Symptoms - Yakin Takkan Memilih
5.
Wreck - We Drift Like Dandelions
6.
Ayperos - Menolak
7.
Jagal Sangkakala - Tamak
8.
Milisi Kecoa - Bukan Untukku!
9.
Resist - Never Trust Government
10.
wethepeople! -
11.
Bars Of Death - All Cops Are God
12.
SSSLOTHHH - Deep, Far, And Beyond
Download Kompilasi Memobilisasi Kemuakan gratis via archive.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar