Selasa, 12 Mei 2015

Pengalaman Mendengarkan : Kompilasi Memobilisasi Kemuakan (2014)

 

“Seperti disebutkan Max Lane, prakterk politik demokrasi elitis yang sepenuhnya dikuasai oleh elite lama itu telah membuat rakyat kebanyakan mengalami alienasi. Kenyataan ini bisa dilihat secara kasat mata. Masyarakat luas makin menyadari bahwa pemilu hanya menjadi ajang para politisi korup untuk mendulang suara. Selama tiga periode elektoral ( 1999-2004, 2004-2009,  2009-2014), mereka menyaksikan praktik demokrasi semakin elitis, semakin jauh dari kepentingan rakyat. Dengan presepsi yang meluas ini, pemilu – bahkan demokrasi – dianggap tidak relevan dengan masalah kehidupan sehari-hari mereka.”

Golongan Putih: Dari Alienasi ke Oposisi, AE Priyono, www.indoprogres.com edisi Maret 2014
             
Kutipan artikel tersebut saya salin dari teks yang saya dapatkan sebagai bonus dengan mengunduh gratis “Kompilasi Memobilisasi Kemuakan” yang telah beredar luas di dunia maya sekitar pukul 8 pagi, pada hari Selasa tanggal 8 April 2014. Kompilasi ini telah disiapkan oleh Grimloc Records, salah satu label rekaman independen yang berbasis di kota Bandung, untuk menyambut dimulainya ‘pesta demokrasi’ yang akan segera dirayakan oleh Negara Republik Indonesia. Pesta demokrasi dimana masing-masing individu yang merupakan warga negara Indonesia berhak atas satu suara untuk memilih wakil-wakil yang diharapkan nantinya bisa mewakili keinginan masing-masing individu tersebut. Telah saya sebutkan dalam salinan kutipan artikel pada bagian paling awal dari tulisan ini, bahwa  individu-individu yang diharapkan akan memiliki peran sentral dalam ‘pesta demokrasi’ nampak begitu muak dengan segala bentuk iming-iming politisi demi mengejar suksesi dari ‘pesta demokrasi’. Demokrasi kotak suara dianggap sudah malfungsi, janji politisi dipandang sebagai ilusi, rakyat lebih memilih mandiri, menyongsong 'demokrasi'-nya sendiri-sendiri.
             
Di dalam kompilasi ini terdapat 12 band yang dengan sukarela berpartisipasi meluapkan amarah dan kemuakan kolektif ini melalui "Kompilasi Memobilisasi Kemuakan”. Seperti yang bisa kita lihat dari judul kompilasi ini, ya, kompilasi ini menghendaki sebuah mobilisasi, ya, mobilisasi kemuakan dari tiap entitas yang berpartisipasi dan mereka-mereka yang merasa satu bunyi. Nampak terlihat bahwa label rekaman dari rilisan ini tidak mengkurasi dengan melihat ragam bunyi yang dimainkan oleh tiap proyek musik yang berpartisipasi. Grimloc Records murni melihat dari semangat dalam konten lagu-lagu yang mereka bawakan. Bisa kita lihat sebagai contoh perbedaan dalam kobaran nada yang dimainkan oleh Wreck, dengan DC Sound post-hardcore yang begitu lembut dengan Eyefeelsix yang membawa unsur rap-rock dalam music hip-hop mereka yang kedengaran jauh lebih kasar. Bisa kita lihat bahwa kedua band dengan ragam bunyi yang berbeda, memilki semangat dan suara yang sama di dalam kompilasi ini. Berikut ini penggalan kalimat dari “We Drift Like Dandelions” oleh Wreck : You said : “Let’s join with us and gimme your dignity, so I will pay your dreams!” / I said : “Eat a dick, I’ll mock you. You’re truly an asshole bastard” dan berikut penggalan kalimat dari “Manifes” oleh Eyefeelsix : Memilih untuk tidak memilih lebih baik berdalih dengarkan mereka bertasbih dengan mulut berbuih. Meskipun begitu berbeda dalam presentasi musiknya, dan ketika presentasi bertemu selera masing-masing pendengar dalam suatu dimensi, kedua band diatas, serta band-band lain yang ada dalam kompilasi ini, sama-sama menggambarkan kemuakan dengan sistem demokrasi kotak suara melalui bunyi. Sehingga disini, saya nilai Grimloc Records telah menjalankan fungsi kurasinya dengan ideal. Dalam suatu kompilasi, bentuk mobilisasi kemuakan digital ini, dengan tema krusial dan aktual, dapat sekaligus berperan sebagai penyatu selera para pecandu bunyi, untuk menjelajahi banyak ragam bunyi dalam suatu kompilasi yang menjadi media informasi tentang bobroknya pelaksanaan demokrasi di suatu negeri. Oh iya, bonus lain dari kompilasi ini adalah bagi kalian yang rindu dengan suara lantang Morgue Vanguard (Ucok Homicide), beliau akan mengobati kerinduan anda-anda sekalian melalui proyek terbarunya yang bernama Bars of Death.

Cara yang dipilih dengan menggratis unduhkan kompilasi ini, dalam suatu aksi yang menghendaki suatu mobilisasi adalah pilihan yang tepat dengan melihat bagaimana internet telah menjadi hal yang cukup sentral dalam kehidupan manusia, dalam hal ini bagi para pecandu bunyi. Namun alangkah lebih baiknya ketika mereka akan menerbitkan rilisan digital lewat dunia maya, agar terlebih dahulu benar-benar memilih perangkat lunak yang paling stabil lalu lintas pendistribusian berkas digitalnya di dunia maya. Karena, ketika Grimloc Records membagikan tautan unduh tunggal kompilasi tersebut melalui website resmi mereka, yang terjadi malah website resmi mereka down karena lalu lintasnya yang terlalu ramai. Untung saja banyak kawan-kawan di jejaring sosial yan gsecara spontan menggunggah ulang berkas digital kompilasi tersebut ke tautan-tautan unduh lain agar tetap dapat diakses oleh para pecandu bunyi. “Sekali lagi, kami tidak mengajak kalian golput, namun lebih dari itu kami mengajak kawan2 mempertanyakan fondasi dari demokrasi kotak suara”, kicau Grimloc Records melalui akun twitter mereka. Saya cuma mau mencoba membuat sebuah epilog tanpa bicara soal benar dan salah dalam resensi ini. Bahwa setiap sistem atau ideologi, masing-masing ideologi akan tetap menjadi penyaji mimpi atau ilusi. Bila manusia-manusia yang beralienasi ini tak lekas mencoba distimulasi dengan suatu wacana tentang mobilisasi. Dalam hal ini, pratik mobilisasi kemuakan yang dikristalisasi oleh Grimloc Records dan seluruh peserta kompilasi melalui “Kompilasi Memobilisasi Kemuakan” saya rasa telah menjadi sebuah produk stimulan yang sakti, dan sangat disarankan untuk segera dikonsumsi, bagi mereka yang telah beralienasi, karena ini bukan sekedar caci, dan juga bukan sekedar bunyi, ini adalah buah kemuakan dari palsunya suatu praktik demokrasi. 

Tracklist :
1.Gugat - Funeral
2. Eyes Of War - Believe Your Choice
3. Eyefeelsix - Manifes
4. Godless Symptoms - Yakin Takkan Memilih
5. Wreck - We Drift Like Dandelions
6. Ayperos - Menolak
7. Jagal Sangkakala - Tamak
8. Milisi Kecoa - Bukan Untukku!
9. Resist - Never Trust Government
10. wethepeople! -
11. Bars Of Death - All Cops Are God
12. SSSLOTHHH - Deep, Far, And Beyond

Tidak ada komentar:

Posting Komentar