Senin, 24 November 2014

Prakata : boleh kan kita menyesal

Sebut saja ini webzine, blog pribadi, buku harian, atau apa saja. Karena "kami" ini sudah bosan menyesal karena terlalu lama memilih, menentukan, bentuk-bentuk, hingga lupa cara  melangkah, bahkan merangkak. Kenapa, kami sebut kami, "kami" ? Karena aku atau saya, sebetulnya itu ada banyak. Ketika aku yang satu berbincang dengan A, lalu ketika bertukar pikiran dengan B, maka aku akan menjadi aku yang satu lagi, dan saat berdebat dengan C, aku akan menjadi aku yang satunya lagi, dan yang lainnya lagi. Aku, dan kamu, itu sebetulnya ada banyak. Kami menyadari hal tersebut maka kami sebut kami "kami". Entah di lain tempat nanti ketika sang "aku" akan lebih menonjol dari "kami", maka akan kami sebut "kami" menjadi "aku", dan begitu terus, dan seterusnya, dan seterusnya. Kacau balau. Itu yang bisa kami bilang. Selamat menikmati.

gambar oleh Claude Paradin



Tidak ada komentar:

Posting Komentar